Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan balita tidak optimal akibat kekurangan gizi sejak di dalam kandung-an. Stunting dapat memiliki konsekuensi negatif jangka pan-jang terhadap kesehatan, pendidikan, dan produktivitas eko-nomi balita. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsi-kan karakteristik balita stunting di Jawa Timur, mengidenti-fikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kasus stunting di Provinsi Jawa Timur serta memodelkan hubungan antara kasus stunting dan faktor-faktor yang diduga mempengaruhi stunting di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan regresi logistik biner dengan pendekatan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) digunakan untuk mengana-lisis karakteristik Kasus Balita Stunting. Data yang digunakan berasal dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, dengan balita normal persentase sebanyak 87% atau 8.354 balita sedangkan balita stunting memiliki persentase sebesar 13% atau 1.259 balita. Dengan Variabel prediktor adalah jenis kelamin, Pemberian ASI eksklusif, Imunisasi Dasar Lengkap, Imunisasi dasar lengkap, Pemberian Obat Cacing, Berat Ba-dan Bayi Lahir, Tinggi Badan Bayi Lahir, Ibu Hamil Men-dapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan), Ibu Hamil Mendapatkan TTD (Tablet Tambah Darah). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variabel prediktor merupa-kan faktor-faktor yang mempengaruhi stunting. Model regresi Logistik yang terbaik dari status balita stunting di Provinsi Jawa timur Tahun 2022 memiliki ketepatan klasifikasi setelah dilakukan penanganan data imbalanced sebesar 66,7%.
Copyrights © 2024