Dalam menghadapi kesulitan akses informasi wisata di Kota Surabaya akibat pandemi dan penurunan ekonomi global, sektor pariwisata diidentifikasi sebagai opsi potensial untuk me-ningkatkan PDB, devisa, dan penyerapan tenaga kerja. Meskipun Surabaya memiliki kekayaan budaya dan alam yang menarik, minimnya promosi dan informasi menjadi ken-dala. Penelitian ini menggunakan pendekatan neural colla-borative filtering dan content based filtering untuk menyusun sistem rekomendasi wisata yang lebih personal dan relevan. Content based filtering menunjukkan RMSE 3,1937 dan nilai F-1 Score 0,7 atau 70%, namun kurang efektif jika data pengguna sedikit. Sebaliknya, neural collaborative filtering dengan RMSE 1,4207 dan nilai F-1 Score 0,76 atau 76% memberikan rekomen-dasi 5 destinasi wisata dan menunjukkan hasil yang lebih baik. Hasilnya, neural collaborative filtering dapat meningkatkan ku-alitas rekomendasi dan mendukung pengembangan pariwisata di Surabaya.
Copyrights © 2024