Meskipun larva sagu mudah dicerna, larva sagu memiliki kelemahan karena mudah membusuk, sehingga berpotensi sebagai sumber protein hewani. Larva sagu dapat dikeringkan dan diberi garam untuk mencegah kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil protein SDS-PAGE larva sagu yang dikeringkan dengan dan tanpa garam. Larva sagu yang digunakan dalam penelitian ini diolah dengan tiga cara berbeda: 1) dipanggang dalam oven dengan garam, 2) tanpa garam, dan 3) diasinkan tanpa pengeringan pada suhu 50 °C selama satu jam dalam oven. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat enam pita mayor dan dua puluh pita minor pada kelompok kontrol yang berjumlah 26 pita. Pada sampel yang dikeringkan pada suhu 50 °C menggunakan oven selama 1 jam tanpa penggaraman terdapat 21 pita dan terdapat 4 pita mayor dan 17 pita minor. Pada sampel yang diberi garam konsentrasi 10% (b/b) selama 1 jam terdapat 24 pita dan terdapat 5 pita mayor dan 19 pita minor. Sedangkan sampel yang dikeringkan dan digarami dengan konsentrasi 10% (b/b) pada suhu 50°C menggunakan oven selama 1 jam terdapat 19 pita dan terdapat 3 pita mayor dan 16 pita minor. Berdasarkan hasil penelitian ini, pengawetan larva sagu dengan penggaraman 10% (b/b) lebih baik dibandingkan dengan pemanasan dengan oven selama 1 jam pada suhu 50°C. Pada pengawetan dengan penggaraman, jumlah pita protein larva sagu berdasarkan profil proteinnya mengalami penurunan lebih sedikit dibandingkan dengan pengawetan dengan pemanasan .
Copyrights © 2025