Pajak adalah pe$ndapatan ne$gara yang utama, de$ngan tujuan untuk me$nunjang pe$nge$luaran se$rta me$njaga stabilitas pe$re$konomian ne$gara. Namun, pe$ntingnya pe$ranan pajak tidak disadari ole$h se$mua wajib pajak di Indone$sia. Hal ini ditandai de$ngan pe$rmasalahan ke$patuhan pe$rpajakan yang masih te$rjadi, dimana pe$ne$rimaan pajak masih be$lum me$ncapai targe$t. Pe$ne$litian ini be$rtujuan untuk me$nge$tahui pe$ngaruh tingkat pe$ndidikan, sanksi pe$rpajakan, dan pe$rse$psi korupsi pajak te$rhadap ke$patuhan wajib pajak orang pribadi pada pe$gawai di Yayasan Pe$ndidikan Dharmawidya. Pe$ne$litian ini me$nggunakan me$tode$ kuantitatif de$ngan pe$ngumpulan data me$lalui pe$nye$baran kue$sione$r ke$pada re$sponde$n di Yayasan Pe$ndidikan Dharmawidya. Pe$ne$ntuan sampe$l de$ngan me$nggunakan Total Sampling yang be$rarti se$luruh jumlah populasi pe$gawai di Yayasan Pe$ndidikan Dharmawidya diambil se$bagai sumbe$r data. Be$rdasarkan data yang dipe$role$h, hasil dari pe$ne$litian ini adalah variabe$l tingkat pe$ndidikan tidak be$rpe$ngaruh signifikan te$rhadap ke$patuhan wajib pajak orang pribadi de$ngan nilai signifikan se$be$sar 0,519 > 0,05, sanksi pe$rpajakan be$rpe$ngaruh signifikan te$rhadap ke$patuhan wajib pajak orang pribadi de$ngan nilai signifikan se$be$sar 0,000 < 0,05, dan pe$rse$psi korupsi pajak be$rpe$ngaruh signifikan te$rhadap ke$patuhan wajib pajak orang pribadi de$ngan nilai signifikan se$be$sar 0,001 < 0,05.
Copyrights © 2025