Bangunan kuno di Yogyakarta telah mengalami perubahan fungsi dan kegunaan seiring waktu. Proses ini dapat menciptakan hibriditas dalam desain dan penggunaan bangunan tersebut. Identitas budaya Jawa yang kental di Yogyakarta menjadi dasar untuk memahami bagaimana hibriditas dapat membentuk atau mengubah identitas ini, dan sejauh mana identitas budaya tersebut terlibat dalam proses komodifikasi. Identitas sangat bekaitan dengan pelestarian. Pelestarian bangunan kuno seringkali berhadapan dengan tantangan pembangunan modern. Mengeksplorasi bagaimana hibriditas dan komodifikasi memengaruhi kebijakan pelestarian menjadi relevan dalam konteks ini. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana proses hibriditas dan komodifikasi pada bangunan kuno di kota Yogyakarta mempengaruhi dan membentuk transformasi kebudayaan. Penelitian ini memungkinkan pemahaman lebih baik tentang bagaimana globalisasi dan pertukaran budaya memainkan peran dalam proses hibriditas dan komodifikasi di tingkat lokal. Melalui pemahaman yang mendalam tentang hibriditas dan komodifikasi pada bangunan kuno di Yogyakarta, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dan berkelanjutan bagi pelestarian warisan budaya, pembangunan kota. Dari analisis dapat diketahui bahwa Proses hibriditas dalam arsitektur bangunan kuno di Yogyakarta terjadi melalui perpaduan antara elemen arsitektur lokal dengan pengaruh budaya luar. Dampak dari proses komodifikasi terhadap penggunaan dan fungsi awal bangunan kuno yaitu kehilangan nilai sejarah dan budaya, pengaruh terhadap identitas lokal.
Copyrights © 2025