Gagal ginjal kronik (GGK) di Indonesia meningkat seiring bertambahnya usia dan tertinggi pada usia ≥ 75 tahun dimana prevalensi pada laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan nilai kreatinin dan ureum terhadap kadar hemoglobin pada penderita penyakit ginjal kronis di RS PMI Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian observasi melalui hasil pemeriksaan laboratorium untuk melihat adanya hubungan antar masing-masing variabel. Sampel yang digunakan sebanyak 50 pasien laki-laki dan perempuan berusia 44-65 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan SPSS 20. Hasil pengujian didapat 39 orang (78 %) nilai hemoglobin 4,2-8,0 g/dL dan 11 orang (22 %) nilai hemoglobin 8,1-12,0 g/dL. Hasil pemeriksaan kreatinin paling banyak 26 orang (52 %) pada nilai kreatinin 7,1-10,0 mg/dL dan 24 orang (48 %) pada nilai kreatinin 2,0-7,0 mg/dL. Hasil pemeriksaan ureum diperoleh 25 orang (50 %) nilai ureum 71-100 mg/dL dan sebanyak 25 orang (50 %) nilai ureum 101-150 mg/dL. Terdapat hubungan yang signifikan nilai kreatinin terhadap kadar hemoglobin (r = 0,414 dan p value 0,003) dan ada hubungan yang signifikan nilai ureum terhadap hemoglobin (r = 0,435 dan p value 0,002). Disarankan melakukan penelitian lanjutan dengan parameter pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosa penyakit ginjal kronik dan ditingkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal.
Copyrights © 2025