Transportasi udara merupakan sarana mobilisasi yang bisa dikatakan begitu efektif, karena waktu pergerakan umumnya lebih singkat daripada transportasi lainnya. Guna mendukung kelancaran transportasi udara, dibutuhkan bandar udara yang akan menjadi hubungan dari jaringan transportasi udara. Perencanaan bandar udara kerap didasarkan dari beberapa patokan kesesuaian untuk pesawat yang memenuhi syarat yang diharapkan dapat digunakan di masa depan. Mereka membutuhkan pelayanan dan kenyamanan selama di bandar udara. Beberapa orang menunggu di bandara sampai berjam-jam, mereka akan mengunakan fasilitas ruang publik dan fasilitas dari bandar udara. Maka pihak bandar udara perlu memperhatikan kepuasan penumpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan di Bandar Udara Ahmad Yani Semarang dengan 103 jumlah responden penumpang domestik yang sedang landing di terminal. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah Kenyamanan Ruang Publik dan Fasilitas Terminal. Variabel Dependennya adalah Kepuasan Penumpang. Teknik analisis data menggunkan uji instrumen validitas reabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji f, dan koefisien determinasi. Hasil uji parsial dari penelitian ini adalah Kenyamanan Ruang Publik Tidak Berpengaruh Secara Signifikan terhadap Kepuasan Penumpang Hasil analisis menunjukkan bahwa kenyamanan ruang publik tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan penumpang, ditunjukkan oleh nilai t_hitung (0,830) < t_tabel (1,983) dengan signifikansi 0,409 > 0,05. Fasilitas Terminal Berpengaruh Signifikan terhadap Kepuasan Penumpang Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas terminal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan penumpang, dengan nilai t_hitung (8,584) > t_tabel (1,983) dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan.
Copyrights © 2025