Rangka atap merupakan elemen struktural penting dalam menjaga kestabilan bangunan, namun lendutan berlebihan pada rangka atap dapat mengurangi kestabilan struktur dan berpotensi menimbulkan kerusakan serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penambahan pilar sebagai strategi mitigasi lendutan pada rangka atap. Penelitian dilakukan melalui pendekatan eksperimental dan simulasi menggunakan perangkat lunak SAP 2000 di Makassar. Data dianalisis untuk mengevaluasi karakteristik lendutan pada berbagai kondisi beban dan tipe material yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lendutan pada struktur eksisting mencapai 13,347 cm, melebihi batas aman 4 cm. Setelah dilakukan redesign dengan penambahan rangka baja vertikal dan diagonal, lendutan berhasil dikurangi menjadi 2,3764 cm, memenuhi batas aman lendutan yang ditentukan. Penambahan pilar berupa besi hollow silinder (CHS) efektif meningkatkan stabilitas struktur atap. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan desain dan pemilihan material yang tepat untuk mengurangi lendutan berlebih, serta memberikan bukti ilmiah tentang efektivitas penambahan pilar dalam meningkatkan kekuatan struktur rangka atap.
Copyrights © 2025