Tymo studio sudah berdiri sejak tahun 2019, menawarkan beragam layanan fotografi dari mulai foto keluarga hingga pernikahan. Perkembangan pesat teknologi digital telah mendorong berbagai sektor usaha untuk memanfaatkan internet sebagai media utama dalam pemasaran dan komunikasi dengan pelanggan. Tymo Studio menyadari pentingnya memiliki platform digital seperti website, untuk memasarkan layanan mereka secara efektif di internet. Untuk saat ini, Tymo Studio mengandalkan Social Media sebagai sarana pemasaran. Sebelumnya, Tymo Studio sudah pernah merancang website mereka sendiri, tapi batal dipublikasikan akibat terkendalan desain interface yang kurang menarik. Oleh sebab itu, Tymo Studio berencana untuk lebih dulu fokus pada perancangan desain User Interface, untuk mendapatkan website dengan desain yang lebih profesional guna meningkatkan citra merek mereka. Penelitian ini menggunakan konsep pikir berpusat manusia atau human centris untuk menyelesaikan masalah dan menemukan solusi baru. Proses ini terdiri dari lima tahap: Empathize, Define, Ideat, Prototype, dan Test. Metode ini juga memungkinkan para peneliti untuk kembali ke tahap sebelumnya untuk memperbaiki. Hasil dari desain web yang mencakup User Experience dan User Interface yang dapat menyelesaikan masalah setelah mereka menemukan dan memahami masalah tersebut. Setelah pengujian prototipe rancangan antarmuka, tingkat kepuasan pengguna dinilai dengan menggunakan perhitungan Skala Kemudahan Sistem. Hasilnya adalah 86,5, yang menunjukkan bahwa antarmuka berada dalam kategori baik dengan skala B.
Copyrights © 2025