Pendidikan Kristen bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk moral dan kesadaran etis. Kejadian 3 menggambarkan awal mula kesadaran moral manusia setelah melanggar perintah Allah. Peristiwa ini menunjukan bahwa pengetahuan yang diperoleh tanpa ketaatan dapat membawa konsekuensi yang serius. Setelah kejatuhan, Adam dan Hawa menyadari keberadaan mereka, mengalami rasa malu, takut, serta keteransingan dari Allah. Ini menandai transisi manusia dari kepolosan menuju kesadaran akan tanggung jawab moral. Dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK), Kejadian 3 dapat dijadikan paradigma untuk membangun etika pembelajaran. Pendidikan yang hanya berorientasi pada kognisi tanpa pembentukan karakter dapat menghasilkan individu yang memiliki pengetahuan tetapi kurang dalam kebijaksanaan. Oleh karena itu, prinsip tanggung jawab dan konsekuensi dari Kejadian 3 perlu diterapkan dalam PAK agar peserta didik memahami bahwa setiap tindakan memiliki dampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik naratif untuk menafsirkan Kejadian 3 dalam konteks pendidikan. Hasil kajian menunjukan bahwa pendidikan Kristen harus menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta refleksi dan konsekuensi dari setiap tindakan. Dengan demikian, PAK tidak hanya menjadi sarana pembelajaran doktrinal tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar bertindak dengan hikmat dan kesadaran moral.
Copyrights © 2025