Penelitian ini dilakukan di Desa Minas Barat Kecamatan Minas Kabupaten Siak yang bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa nasional anak suku Sakai siswa SDN 011 di setiap aktivitasnya, mulai dari aktivitas di rumah, aktivitas bermain serta aktivitas di sekolah dan juga ingin mengetahui peran yang diberikan oleh orang tua dan guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa nasional anak suku Sakai siswa SDN 011. Dalam menentukan subjek penelitian, penulis menggunakan kriteria berdasarkan latar belakang keluarga yang berbeda beda, agar mendapatkan jawaban yang lebih bervariasi terhadap topik yang akan dibahas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah subjek peneltian ada 10 orang. Teori yang digunakan yaitu Teori Interaksionisme Simbolik dan Teori Sosialisasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa anak suku Sakai siswa SDN 011 masih kurang untuk menggunakan bahasa nasional ketika dirumah dan ketika bermain, hal tersebut dikarenakan adanya bahasa daerah yaitu bahasa Sakai sebagai bahasa yang selalu diterapkan serta disosialisasikan secara turun temurun oleh orang tua kepada anaknya dirumah dan lingkungan bermain yang berada dalam pemukiman dengan mayoritas suku Sakai yang tentunya juga menggunakan bahasa Sakai. Penggunaan bahasa nasional mulai secara aktif digunakan oleh anak suku Sakai siswa SDN 011 di lingkungan sekolah saja akibat adanya kegiatan pembelajaran yang mengharuskan mereka untuk menggunakan bahasa nasional terutama ketika berlangsungnya pembelajaran yang diberikan oleh guru di kelas. Kemampuan anak suku Sakai siswa SDN 011 dalam berbahasa nasional didapatkan dengan cara yang berbeda-beda mulai dari adanya sosialisasi berbahasa nasional yang diberikan oleh anggota keluarganya dirumah serta ada juga yang hanya mendapatkan pemamahan berbahasa nasional di sekolah saja.
Copyrights © 2025