UMKM Tempe Pak Dwi dan Her adalah usaha kecil menengah yang berfokus pada produksi tempe, berlokasi di Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 2012, UMKM ini memiliki kapasitas produksi sebesar 9.013 unit per bulan. Namun, perusahaan menghadapi tantangan berupa tingkat kecacatan produk yang mencapai 4,5%, yang menyebabkan kerugian waktu dan biaya karena produk cacat harus dibuang atau dikemas ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat, memberikan usulan perbaikan serta menenetukan alat pengendali cacat pada produksi tempe dengan menerapkan metode Six Sigma-DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve). Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat produksi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kualitas kedelai yang tidak memenuhi standar, penyebaran ragi yang tidak merata, suhu penyimpanan yang tidak ideal, pengemasan manual yang kurang presisi, kerusakan pada mesin sealer, dan penggunaan bahan plastik berkualitas rendah. Rekomendasi perbaikan yang diajukan meliputi penggantian mesin tua, penggunaan mesin pengaduk ragi untuk memastikan penyebaran ragi yang merata, peningkatan kualitas bahan baku, penerapan standar operasional prosedur (SOP), dan pelaksanaan perawatan rutin pada peralatan.
Copyrights © 2025