Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan layanan pinjaman online dan tingkat rasa cemas karena ketinggalan tren (fear of missing out/FOMO) di antara individu. Layanan pinjaman online telah menjadi semakin penting dalam masyarakat modern, dengan banyak orang mengandalkan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka secara instan dan sederhana. Namun, efek psikologis dari menggunakan layanan ini belum sepenuhnya dimengerti. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melakukan survei terhadap 100 sampel yang dipilih secara acak dari populasi pengguna layanan pinjaman online. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkat penggunaan layanan pinjaman online dan tingkat FOMO yang dirasakan oleh responden. Analisis statistik menggunakan SmartPLS untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel ini. Analisis meliputi uji validitas, reliabilitas, dan uji hubungan menggunakan nilai t – statistic dan p – value. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara penggunaan layanan pinjaman online dan tingkat FOMO yang dialami oleh individu. Temuan ini didukung oleh nilai t-statistik yang signifikan pada tingkat kepercayaan 95% sebesar 3,141 > 1,97 dan nilai p – value yang lebih rendah dari ambang signifikansi yang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,002 < 0,05.
Copyrights © 2024