Penggunaan generative AI dalam kerja desain menimbulkan perdebatan dari segi etika profesi. Generative AI berguna untuk membantu proses kerja desain namun di sisi lain juga dianggap sebagai kecurangan dalam kerja. Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai etika penggunaan generative AI dalam konteks sosial dan budaya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dengan melihat berbagai sumber referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan generative AI memiliki berbagai dampak sosial dan budaya seperti insensitivitas terhadap budaya, isu jawasentrisme dan persoalan lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan generative AI. Oleh karena itu, dari segi filsafat moral, penggunaan generative AI hanya etis apabila dilakukan untuk pribadi dan bukan hasil akhir. Bila digunakan untuk kepentingan bersama, penggunaan generative AI tidak etis mengingat dampaknya yang lebih banyak menciptakan mudarat dalam hidup bermasyarakat.
Copyrights © 2025