Minimnya apresiasi terhadap karya seni visual di kota Medan menjadi urgensi dan tantangan yang dihadapi oleh para seniman. Penyelidikan terdahulu menemukan adanya pergeseran pada ketertarikan publik terhadap karya seni visual tradisional, kebutuhan publik sekarang adalah seni visual modern yang melibatkan peran teknologi, selain itu kurangnya integrasi antara seni dengan bisnis menyebabkan harga karya seni rendah dan beberapa kondisi tidak tersampaikan keruang publik. Strategi pemasaran dan efektifitas manajemen yang belum dioptimalkan, juga menjadi faktor yang menyebabkan karya seni kurang dikenal serta diapresiasi oleh publik dan fenomena tersebut terjadi tahun 2023. Berbeda dengan tahun 2024, karya seni di kota Medan telah memiliki pesona baru yang lebih modern dan terintegrasi dengan bisnis yaitu DUPI Indonesia yang berhasil viral dan menarik lebih dari 1.500 pengunjung pada acara soft opening. Penelitian bertujuan untuk menganalisis estetika, manajemen wahana, dan framework marketing serta pengaruhnya terhadap apresiasi seni dan kepuasan pengunjung. Metode kualitatif dengan kajian interdisiplin melalui pendekatan disiplin ilmu estetika, manajemen pertunjukan, dan bisnis. Desain penelitian menggunakan studi kasus eksploratif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan teori estetika objektif, teori manajemen, teori marketing, dan teori kepuasan pelanggan, dengan langkah analisis model interaktif yang dimulai sejak data dikumpulkan, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian membuktikan DUPI Indonesia memiliki 6 wahana dengan tingkat estetika yang tinggi, secara fungsional dari manajemen pertunjukan wahana digital lighting DUPI Indonesia telah dapat menjalankan 4 fungsi manajemen yaitu POAC dengan efektif dan efisien. Framework marketing yang digunakan DUPI Indonesia adalah STEPPS. Pada aspek estetika, manajemen wahana, dan framework marketing memberikan pengaruh yang besar terhadap tingginya tingkat apresiasi masyarakat terhadap seni dan kepuasan pengunjung sesuai dengan target market.
Copyrights © 2025