Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih lemahnya keterlibatan masyarakat dan belum optimalnya peran kelembagaan politik dalam proses pembentukan kebijakan publik di Indonesia. Pada era demokrasi dan desentralisasi saat ini, kedua unsur tersebut menjadi sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi, kebutuhan, dan kepentingan masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana partisipasi publik dan kelembagaan politik berkontribusi secara strategis dalam setiap tahapan perumusan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode dokumenter dengan menelaah berbagai dokumen resmi, literatur ilmiah, kliping berita, dan sumber-sumber informasi terkait proses kebijakan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan publik sangat dipengaruhi oleh seberapa besar ruang partisipasi yang diberikan kepada masyarakat, serta seberapa kuat dan akuntabel kelembagaan politik dalam menjalankan fungsinya. Keterlibatan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga sosial, tidak hanya meningkatkan legitimasi kebijakan, tetapi juga memperkuat kualitas dan efektivitas implementasinya di lapangan. Sementara itu, kelembagaan politik yang mampu menjalankan peran representasi dan pengawasan secara terbuka serta bertanggung jawab akan mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan demokratis. Kata kunci: partisipasi publik, kelembagaan politik, kebijakan publik, demokrasi, ruang publik, good governance
Copyrights © 2025