Toilet training merupakan salah satu tugas utama anak pada usia toddler (anak usia 1-3 tahun).Anak harus mampu mengenali rasa untuk mengeluarkan dan menahan eliminasi serta mampumengkomunikasikan sensasi BAK dan BAK kepada orang tua. Anak usia 1-3 tahun menghadapikonflik antara tuntutan orang tua dengan keinginan dan kemampuan fisik anak. Orang tuamenuntut anak untuk mampu menahan atau mengendalikan keinginan BAB dan BAK, sertamenginginkan anaknya melakukan BAB dan BAK pada tempatnya, sementara anak inginmengeluarkan begitu ingin BAB dan BAK. di Indonesia diperkirakan jumlah anak balita 0-4 tahunyaitu 23.729.583 jiwa. Di Indonesia diperkirakan jumlah balita mencapai 30% dari 250 juta jiwapenduduk Indonesia. Menurut survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Nasional tahun 2012diperkirakan jumlah balita yang susah mengontrol BAB dan BAK di usia sampai prasekolahmencapai 75 juta anak. Tujuan dari kegiatan pengabmas ini adalah Meningkatkan pengetahuankelurga dan kemandirian toilet training pada anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februaris/d September 2024, khalayak sasaran adalah ibu atau pengasuh berjumlah 30 orang. Hasil yangdidapat dalam kegiatan pengabmas ini adalah pengetahuan keluarga cukup sebelum diberipengetahuan mengenai toilet training sebanyak 19 keluarga (63,33%), pengetahuan keluarga baiksetelah diberi pengetahuan mengenai toilet training sebanyak 27 keluarga (90%), prilaku eliminasianak paud mandiri sebelum diberi pengetahuan kepada keluarga sebanyak 11 orang anak (36,67%),prilaku eliminasi anak paud mandiri setelah diberi pengetahuan kepada keluarga sebanyak 20 oranganak (66,67 %).
Copyrights © 2025