iPusnas sebagai aplikasi perpustakaan digital nasional Indonesia telah mencapai lebih dari satu juta unduhan, namun hanya memperoleh rating 2.0 dari 5.0 di Google Play Store. Kontradiksi antara tingginya adopsi dan rendahnya kepuasan pengguna mengindikasikan permasalahan fundamental yang menghambat layanan perpustakaan digital publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkategorisasi ulasan pengguna iPusnas menggunakan framework klasifikasi Maalej & Nabil, menganalisis hubungan statistik antara kategori ulasan dengan rating pengguna, dan merumuskan prioritas perbaikan aplikasi berdasarkan data empiris menggunakan RICE Framework. Analisis konten kuantitatif dilakukan terhadap 396 ulasan pengguna dalam periode 1 Mei - 21 Juni 2025 yang diambil melalui total sampling dari seluruh ulasan yang masuk dalam periode tersebut. Kategorisasi dilakukan secara otomatis menggunakan App Script berbasis kata kunci framework, kemudian diverifikasi manual. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square untuk menguji signifikansi hubungan. Distribusi kategori menunjukkan laporan masalah mendominasi 56.3%, permintaan fitur 23.0%, sementara penilaian hanya 14.1% dan pengalaman pengguna 6.6%. Uji chi-square mengkonfirmasi hubungan signifikan (χ²=40.635, p<0.001). Laporan masalah terkonsentrasi pada rating rendah (65.9% di rating 1-2), namun ditemukan fenomena "kepuasan bersyarat" dengan 13.0% muncul di rating 5. Prioritisasi perbaikan RICE menghasilkan perbaikan bug (skor 84.5), fitur dasar (skor 8.0), fitur tambahan (skor 3.2), perbaikan UI/UX (skor 1.2). Rating rendah iPusnas terutama disebabkan oleh masalah teknis, bukan kekurangan fitur atau desain. Fenomena kepuasan bersyarat menunjukkan adanya pengguna loyal yang akan puas setelah aplikasi stabil. Rekomendasi utama adalah segera perbaiki bug, terapkan sistem kendali mutu, dan bangun sistem pemantauan otomatis.
Copyrights © 2025