Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Penyebab Rating Rendah Perpustakaan Digital iPusnas: Analisis Konten Ulasan di Google Play Store Prabowo, Fuad Wahyu
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.9.2.367-377

Abstract

iPusnas sebagai aplikasi perpustakaan digital nasional Indonesia telah mencapai lebih dari satu juta unduhan, namun hanya memperoleh rating 2.0 dari 5.0 di Google Play Store. Kontradiksi antara tingginya adopsi dan rendahnya kepuasan pengguna mengindikasikan permasalahan fundamental yang menghambat layanan perpustakaan digital publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkategorisasi ulasan pengguna iPusnas menggunakan framework klasifikasi Maalej & Nabil, menganalisis hubungan statistik antara kategori ulasan dengan rating pengguna, dan merumuskan prioritas perbaikan aplikasi berdasarkan data empiris menggunakan RICE Framework. Analisis konten kuantitatif dilakukan terhadap 396 ulasan pengguna dalam periode 1 Mei - 21 Juni 2025 yang diambil melalui total sampling dari seluruh ulasan yang masuk dalam periode tersebut. Kategorisasi dilakukan secara otomatis menggunakan App Script berbasis kata kunci framework, kemudian diverifikasi manual. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square untuk menguji signifikansi hubungan. Distribusi kategori menunjukkan laporan masalah mendominasi 56.3%, permintaan fitur 23.0%, sementara penilaian hanya 14.1% dan pengalaman pengguna 6.6%. Uji chi-square mengkonfirmasi hubungan signifikan (χ²=40.635, p<0.001). Laporan masalah terkonsentrasi pada rating rendah (65.9% di rating 1-2), namun ditemukan fenomena "kepuasan bersyarat" dengan 13.0% muncul di rating 5. Prioritisasi perbaikan RICE menghasilkan perbaikan bug (skor 84.5), fitur dasar (skor 8.0), fitur tambahan (skor 3.2), perbaikan UI/UX (skor 1.2). Rating rendah iPusnas terutama disebabkan oleh masalah teknis, bukan kekurangan fitur atau desain. Fenomena kepuasan bersyarat menunjukkan adanya pengguna loyal yang akan puas setelah aplikasi stabil. Rekomendasi utama adalah segera perbaiki bug, terapkan sistem kendali mutu, dan bangun sistem pemantauan otomatis.
Digitalisasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Warung Pasinaon melalui Pengembangan Website untuk Meningkatkan Akses Informasi dan Literasi Masyarakat Kelurahan Bergas Lor Firdaus, Fadli Shidqi; Putut Suharso; Prabowo, Fuad Wahyu; Cahya Putri, Bellia Dwi
Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/edujpm.v2i3.172

Abstract

Taman Baca Masyarakat (TBM) Warung Pasinaon merupakan pusat literasi nonformal yang aktif di Kelurahan Bergas Lor, Kabupaten Semarang. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan TBM masih dilakukan secara konvensional tanpa sistem digital yang memadai. Program digitalisasi melalui pengembangan website oleh Tim KKNT 108 Universitas Diponegoro bertujuan untuk meningkatkan akses informasi dan efektivitas layanan TBM. Metode yang digunakan mengadopsi pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan pengelola dan masyarakat sebagai mitra aktif dalam setiap tahapan, mulai dari pemetaan kebutuhan, pelatihan, hingga implementasi. Website yang dikembangkan mencakup fitur profil TBM, katalog buku digital, dokumentasi kegiatan, pencatatan pengunjung daring, berita literasi, dan tautan media sosial. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kemampuan digital pengelola TBM serta respon positif masyarakat terhadap layanan berbasis website. Digitalisasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem literasi digital berbasis komunitas yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.