Artikel ini mengkaji pemahaman teologis mengenai iman sebagai respons terhadap pemberitaan Injil berdasarkan Roma 10:1–17 dan mengaitkannya dengan strategi pembinaan kerohanian jemaat di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan teologi-kualitatif dengan metode eksegetis terhadap teks Alkitab (Nestle-Aland 28) dan didukung oleh literatur sekunder dari jurnal dan buku akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Paulus membangun struktur argumentatif yang menempatkan iman sebagai hasil dari pendengaran akan Firman Kristus, bukan dari usaha legalistik. Iman melibatkan dimensi batiniah (percaya dalam hati) dan sosial-komunal (pengakuan dengan mulut), serta menekankan universalitas keselamatan dalam Kristus. Temuan ini memberikan dasar teologis dan pastoral bagi gereja untuk mengembangkan pembinaan iman yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Implementasi melalui homili ekspositori, kelompok kecil, media digital, dan praktik pengakuan bersama menjadi kunci dalam memperkuat kehidupan rohani jemaat di tengah tantangan zaman modern
Copyrights © 2025