Latar belakang penelitian ini berawal dari fenomena masih digunakannya model pembelajaran konvensional yang berfokus pada guru, yang mengakibatkan siswa kurang aktif dan tidak terlatih dalam berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan serta kemampuan berpikir kritis siswa, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap hasil belajar mereka. Masalah utama yang akan dikaji adalah sejauh mana efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III-A SD Negeri Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa kelas III-A di sekolah tersebut, dengan dasar teori konstruktivisme. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one group pretest-posttest. Sampel dipilih menggunakan teknik Probability Sampling dengan pendekatan Proportionate Stratified Random Sampling, fokus pada kelas III-A. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tulis sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran berbasis masalah, berupa soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa. Hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest, dengan Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Selain itu, uji N-Gain Score menunjukkan rata-rata skor N-Gain sebesar 0,8006, yang mengindikasikan efektivitas tinggi dari model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan hasil belajar siswa .Hasil penelitian ini mendukung efektivitas model pembelajaran berbasis masalah di konteks pendidikan dasar dan memberikan implikasi penting bagi praktik pengajaran. Disarankan agar model ini diimplementasikan lebih luas dan diaplikasikan pada berbagai mata pelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Copyrights © 2025