Reputasi korporat merupakan salah satu aset tidak berwujud yang paling berharga dalam menjaga keberlanjutan bisnis, terutama ketika perusahaan menghadapi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi komunikasi krisis, kecepatan respon, dan kanal komunikasi terhadap reputasi korporat, dengan gaya komunikasi sebagai variabel moderasi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), melibatkan 120 responden dari sektor manufaktur di Indonesia. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan indikator terstandar dan diuji validitas serta reliabilitasnya sebelum digunakan untuk pengujian model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya strategi komunikasi krisis yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap reputasi korporat (betta = 0,934; p < 0,001). Sementara itu, kecepatan respon dan kanal komunikasi tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Gaya komunikasi, baik sebagai variabel langsung maupun sebagai moderator, juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam memperkuat hubungan antara variabel bebas dengan reputasi korporat. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,990 serta predictive relevance (Q²) sebesar 0,750 mengindikasikan bahwa model memiliki daya jelas dan kemampuan prediktif yang sangat tinggi terhadap reputasi. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan strategi komunikasi krisis yang terstruktur, kredibel, dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan sebagai faktor utama dalam pengelolaan reputasi organisasi selama krisis. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen komunikasi di perusahaan untuk memprioritaskan aspek strategis dalam komunikasi krisis.
Copyrights © 2025