Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Moderasi Gaya Komunikasi terhadap Hubungan Strategi Komunikasi Krisis, Kecepatan Respon, dan Kanal Komunikasi terhadap Reputasi Korporat Serius Zebua
eCo-Buss Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i3.2570

Abstract

Reputasi korporat merupakan salah satu aset tidak berwujud yang paling berharga dalam menjaga keberlanjutan bisnis, terutama ketika perusahaan menghadapi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi komunikasi krisis, kecepatan respon, dan kanal komunikasi terhadap reputasi korporat, dengan gaya komunikasi sebagai variabel moderasi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), melibatkan 120 responden dari sektor manufaktur di Indonesia. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan indikator terstandar dan diuji validitas serta reliabilitasnya sebelum digunakan untuk pengujian model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya strategi komunikasi krisis yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap reputasi korporat (betta = 0,934; p < 0,001). Sementara itu, kecepatan respon dan kanal komunikasi tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Gaya komunikasi, baik sebagai variabel langsung maupun sebagai moderator, juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam memperkuat hubungan antara variabel bebas dengan reputasi korporat. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,990 serta predictive relevance (Q²) sebesar 0,750 mengindikasikan bahwa model memiliki daya jelas dan kemampuan prediktif yang sangat tinggi terhadap reputasi. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan strategi komunikasi krisis yang terstruktur, kredibel, dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan sebagai faktor utama dalam pengelolaan reputasi organisasi selama krisis. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen komunikasi di perusahaan untuk memprioritaskan aspek strategis dalam komunikasi krisis.
Pengaruh Komunikasi Kepemimpinan, Komunikasi Internal, dan Komunikasi Digital terhadap Work Engagement: Peran Moderasi Organizational Trust Serius Zebua
eCo-Fin Vol. 7 No. 2 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i2.2553

Abstract

This study investigates the influence of leadership communication, internal communication, and digital communication on employee work engagement, with organizational trust as a moderating variable. Using an explanatory quantitative approach, data were collected through structured questionnaires distributed to 150 permanent employees in service-sector organizations within Greater Jakarta that utilize digital communication systems. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. Results show that internal and leadership communication significantly enhance work engagement, whereas digital communication does not exhibit a significant effect. Organizational trust does not have a direct impact on work engagement but plays a moderating role in strengthening the effects of leadership and digital communication. The overall predictive power of the model is weak, with low R² (0.024) and Q² (0.004) values, and effect sizes (f²) below the threshold of practical relevance. These findings highlight the contextual nature of communication effectiveness and suggest that organizational strategies should focus on improving interpersonal communication and cultivating trust as an enhancer of communication outcomes. The study contributes to the literature by offering a comprehensive model that integrates multiple dimensions of communication and explores the conditional effects of trust in the digital era.
Penguatan Karakter Remaja melalui Pembinaan Tanggung Jawab dan Disiplin di SMP Katolik Sang Timur Serius Zebua
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v4i2.2550

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan pengembangan karakter remaja Indonesia dalam rangka menyongsong "Visi Indonesia Emas 2045", yaitu 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Banyak remaja saat ini menghadapi krisis identitas, tidak memiliki tujuan jangka panjang yang jelas, serta kurang memiliki disiplin dalam mengelola waktu dan tanggung jawab pribadi kondisi yang diperburuk oleh budaya instan era digital. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab dan disiplin kepada siswa SMP melalui pelatihan terstruktur selama satu hari di SMP Katolik Sang Timur, Tangerang, pada 20 November 2024. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah, dan penyusunan rencana aksi pribadi. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pra dan pasca kegiatan, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kesadaran peserta terhadap tujuan masa depan, pemahaman tanggung jawab, serta internalisasi disiplin sebagai kebiasaan yang dibangun dari kesadaran diri. Program ini membuktikan bahwa pendidikan karakter yang terstruktur dan reflektif mampu membentuk remaja menjadi individu yang siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Supervisor-Subordinate Communication and Employee Performance: A Qualitative Case Study Suryadi Wardiana; Serius Zebua; Adrianus Risda Lega
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i2.6801

Abstract

Supervisor-subordinate communication is widely recognized as an important factor in employee motivation and performance. However, many previous studies have examined communication mainly as a general organizational variable, with limited attention to the relational processes through which supervisory communication is interpreted and transformed into motivational and performance-related outcomes. This study examines supervisor-subordinate communication as a relational mechanism in a hierarchical workplace context. In this study, relational mechanism refers to recurring communicative processes through which supervisory messages are interpreted by subordinates as sources of clarity, inclusion, guidance, support, and coordination. Using a qualitative case study design at PT Modella, Indonesia, this study draws on semi-structured interviews, observation, and organizational documentation involving one leadership-level key informant and five employee informants from production, packing, administration, and sales divisions. Thematic analysis identified five relational communication processes: task clarification, dialogic participation, constructive feedback, emotional support, and cross-functional coordination. These processes shaped work motivation by strengthening role certainty, perceived appreciation, psychological safety, learning orientation, and self-confidence. They also contributed to perceived performance through clearer task execution, fewer work errors, faster problem solving, and smoother inter-divisional coordination. The study contributes to organizational communication scholarship by showing that supervisor-subordinate communication influences motivation and perceived performance not only through information transmission but also through employees’ relational interpretation of supervisory interaction. The findings should be understood within the limits of a single qualitative case study and perceived rather than objectively measured performance.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI PELATIHAN ADMINISTRASI DAN TEKNIK KONSELING Jeni Harianto; Serius Zebua
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4405

Abstract

Kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karier peserta didik secara komprehensif. Guru BK tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator layanan konseling, tetapi juga sebagai perancang program, pengelola administrasi layanan, serta pelaksana intervensi berbasis kebutuhan peserta didik. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, khususnya dalam penyusunan administrasi layanan BK yang sistematis dan penerapan teknik konseling yang efektif sesuai karakteristik permasalahan siswa. Meskipun peran guru BK sangat strategis, pelatihan yang secara terintegrasi menguatkan kompetensi administratif dan teknik konseling secara sistematis masih terbatas, khususnya di lingkungan pendidikan Buddhis. Keterbatasan tersebut berdampak pada belum optimalnya kualitas layanan yang diberikan di sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru BK melalui pelatihan administrasi layanan dan penguatan keterampilan teknik konseling. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dengan melibatkan guru BK yang tergabung dalam Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia (BKPBI). Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang mengintegrasikan pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, praktik penyusunan dokumen administrasi, serta simulasi teknik konseling. Data dikumpulkan melalui observasi selama pelatihan, dokumentasi kegiatan, dan evaluasi umpan balik peserta untuk mengukur tingkat pemahaman serta kepuasan terhadap materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam penyusunan program BK tahunan, pengelolaan administrasi layanan, serta penerapan teknik konseling secara lebih terstruktur dan reflektif. Secara keseluruhan, pelatihan ini berkontribusi terhadap peningkatan profesionalisme guru BK dan penguatan kualitas layanan konseling di lingkungan sekolah.