Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular paling umum di dunia, data global menunjukkan bahwa sekitar 1.28 miliar orang di seluruh dunia telah terdiagnosis menderita hipertensi, sebagian besar diantaranya berada di negara berkembang. Kondisi ini memerlukan penanganan jangka panjang yang konsisten dan berkesinambungan untuk mencegah komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, atau penyakit jantung koroner. Penggunaan obat antihipertensi secara terus-menerus dapat menimbulkan ketergantungan serta meningkatkan risiko efek samping yang merugikan fungsi organ vital seperti ginjal dan hati. Daun seledri (Apium graveolens) dan daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan dua tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, dan keduanya diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, serta minyak atsiri yang memiliki potensi antihipertensi melalui mekanisme vasodilatasi dan diuretik. Tujuan penelitian mengetahui efektifitas daun seledri dan daun salam terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain pra eksperimental dengan rancangan one group pre-post test tanpa kelompok kontrol dengan jumlah sampel 20 orang lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata nilai perubahan tekanan darah sistolik pre dan post intervensi sekitar 15.20 mmHg dan diastolik sekitar 0.85 mmHg. Didapatkan nilai p = 0.00 pada aspek tekanan darah sistolik dan p = 0.80 pada tekanan darah diastolik. Kesimpulan penelitian bahwa terapi daun seledri dan daun salam efektif mengontrol tekanan darah sistolik.
Copyrights © 2025