Deodoran merupakan suatu produk yang berfungsi dalam mengatasi permasalahan bau tubuh akibat adanya interaksi antara bakteri dan keringat. Bahan kimia sintetik seperti garam alumunium yang biasa digunakan dalam produk dedodorant dapat meningkatkan risiko kanker. Untuk mengurangi efek samping dari bahan kimia tersebut dibuat deodorant berbahan alam seperti ekstrak daun kemangi. Senyawa aktif yang terkandung dalam kemangi dan berkontribusi terhadap aktivitas antibakterinya meliputi tanin, flavonoid, serta minyak atsiri. Salah satu metode pemisahan senyawa pada bahan alam yang paling umum adalah ekstraksi. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap uji sifat fisik formula deodorant spray ekstrak daun kemangi. Metode ekstraksi diketahui dapat mempengaruhi hasil atau sifat fisik sediaan yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, metode ekstraksi yang diterapkan yaitu metode maserasi serta refluks. Uji sifat fisik meliputi uji Organoleptis, uji ph, uji kejernihan, uji berat jenis, uji viskositas, uji iritasi. Hasil penelitian menunjukan perbedaan metode ekstraksi memberikan pengaruh terhadap sifat fisik dari sediaan dedodorant spray. Berdasarkan uji kesukaan metode ekstraksi maserasi menghasilkan sifat fisik deodorant spray ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) yang paling baik. Sediaan yang menghasilkan sifat fisik deodorant spray ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) yang paling baik adalah sediaan yang menggunakan metode ekstraksi maserasi berdasarkan uji kesukaan
Copyrights © 2025