Balita merupakan kelompok umur yang sangat rawan terhadap sebuah penyakit terutama infeksi penyakit seperti diare. Definis diare adalah ketika seseorang mengalami kenaikan frekuensi buang air besar tiga kali sehari dalam bentuk feses lembek, jika pada bayi maka feses yang dikeluarkan cair. Diare merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian pada balita menempati peringkat kedua. Menurut WHO (2024) diare menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di dunia dengan kasus 443.832 kematian anak setiap tahunnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita seperti peran orang tua dalam penanganan dan pencegahan diare, pengelolaan sanitasi lingkungan, pemberian ASI ekslusif. Peneliti bertujuan menganalisis tingkat keberhasilan penanggulangan penyakit diare pada balita di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui hasil wawancara, observasi dan analisis data kesehatan. Kemenkes yang menetapkan cakupan penemuan kasus diare pada balita sebesar 20 persen. Dalam hal keberhasilan intervensi, Provinsi Jawa Tengah telah melampaui target yang telah ditentukan yaitu sebesar 26,9 persen. Namun jika berdasarkan Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Jawa Tengah masih terdapat 14 Kabupaten/Kota yang belum mencapai target nasional. Capaian pengobatan di Provinsi Jawa Tengah dalam penggunaan oralit 86,6 persen dan zinc 90 persen. Terdapat tantangan dalam penanggulangan kasus diare pada balita yaitu edukasi kepada orang tua tentang pengobatan diare pada anak.
Copyrights © 2025