Diabetes mellitus tipe 2 merupakan permasalahan dimana terjadinya resistensi insulin didalam tubuh yang menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa darah. Sepsis dan gangrene merupakan komplikasi yang dijumpai pada pasien DMT2 yang disebabkan karena adanya inflamasi dan infeksi. Terapai gizi diperlukan guna untuk mencegah komplikasi pada pasien dan mempercepat proses kesembuahan pasien. Penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan observasional deskriptif, dimana melakukan observasi pada pasien dengan diagnosa diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi. Tn. A, 54 tahun merupakan pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi sepsis, gangren pedis dextra, ulkus pedis sinistra dan anemia. penelitian ini yaitu diketahui status gizi pasien berdasarkan % LLA adalah 72,8% (Gizi Kurang). Pemeriksaan data biokimia yaitu 2 JPP 134 mg/dL dan gula darah puasa yaitu 117 mg/dL dalam batas normal. Perkembangan fisik pasien yaitu keadaan umum pada hari pertama sampai akhir pasien tetap merasa lemah. Tekanan darah, nadi dan suhu tubuh pasien selama intervensi selalu dalam keadaan normal. RR pasien normal, hari ketiga dan ke empat normal. Evaluasi rata-rata asupan makan pasien selama intervensi gizi sebesar Energi 1340,3 kkal (75%), Protein 78,8 gram (89%), Lemak 43,8 gram (109,5%) Karbohidrat 239,8 gram (90%) dan Fe 12,51 mg (96%) menunjukkan terjadikan peningkatan asupan gizi selama 4 hari. Pemberian terapi gizi yang adekuat dapat membantu perbaikan kondisi pasien diabetes mellitus dengan komplikasi.
Copyrights © 2025