Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, dan Zika yang saat ini kerap menjadi permasalahan kesehatan di ranah global. Indonesia sebagai negara endemis DBD menunjukkan tren peningkatan angka kesakitan dari tahun ke tahun serta wilayah penyebaran semakin meluas. Adapun penggunaan insektisida kimia dalam pengendalian vektor sering menghadapi kendala resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ikan cupang (Betta splendens) sebagai predator alami larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah artikel ilmiah terpublikasi lima tahun terakhir yang diakses melalui database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Analisis dilakukan terhadap jumlah larva yang dikonsumsi, waktu predasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas predasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan cupang memiliki kemampuan predasi 97-98% terhadap larva Aedes aegypti dalam waktu 24 jam. Varietas ikan cupang plakat multiwarna dan plakat koi multicolor memiliki waktu predasi tercepat (2,0-2,9 menit untuk 25 larva). Efektivitas predasi dipengaruhi oleh varietas ikan, volume air, dan suhu lingkungan. Kesimpulan penelitian ini yaitu ikan cupang (Betta splendens) terbukti sangat efektif sebagai predator alami larva nyamuk Aedes aegypti dan dapat direkomendasikan sebagai agen pengendalian biologis yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan dapat diintegrasikan dalam strategi pengendalian vektor terpadu untuk mengatasi penyakit tular vektor.
Copyrights © 2025