Pendahuluan : Anestesi inhalasi merupakan agen farmakologis berupa gas atau cairan volatil yang diberikan melalui pernapasan pasien. Sevoflurane merupakan salah satu jenis agen anestesi inhalasi. Sevoflurane merupakan eter terhalogenasi yang memfasilitasi induksi dan pemeliharaan yang lebih cepat dibandingkan dengan anestesi inhalasi lainnya. Sevoflurane memperlihatkan stabilitas yang cukup baik dan tidak menyebabkan aritmia selama perawatan anestesi. Dampaknya terhadap resistensi vaskular dan curah jantung bersifat moderat, sehingga hanya menyebabkan penurunan tekanan darah yang dapat diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak anestesi inhalasi sevoflurane terhadap kondisi hemodinamik pasien yang menjalani anestesi umum di RSUD Kabupaten Bogor. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain pra-eksperimen, khususnya format one-group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan 21 responden sebagai sampel. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi intra-anestesi yang diperoleh dari RSUD Kabupaten Bogor. Hasil : Hasil penelitian memperlihatkan jika pengaruh gas inhalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik paling banyak pada responden yang mengalami perubahan status hemodinamik pada TD sistolik dimenit ke- 15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15. Kesimpulan : ada pengaruh gas inalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik pada TD sistolik menit ke-15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15.
Copyrights © 2025