Perkembangan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan taraf kesehatan para penghuninya, khususnya di kalangan santri. Padahal, pemanfaatan teknologi di bidang kesehatan dapat menjadi solusi strategis dalam mendukung pencatatan dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Sayangnya, hingga saat ini belum tersedia aplikasi yang secara khusus menyediakan sistem informasi kesehatan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sistem informasi kesehatan di pondok pesantren sebagai upaya peningkatan kesehatan santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui focus group discussion (FGD) yang melibatkan delapan kepala sekolah dan petugas kesehatan dari beberapa pondok pesantren di wilayah Kabupaten Bantul. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, ditranskrip secara verbatim, dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kesehatan santri masih sangat bervariasi, dengan sejumlah hambatan seperti tingginya beban kerja guru, kurang optimalnya kolaborasi lintas sektor, serta minimnya keterlibatan orang tua. Dari FGD, muncul empat tema utama: pentingnya pengelolaan kesehatan santri, belum optimalnya pelaksanaan pengelolaan kesehatan, perlunya dukungan dalam pengambilan keputusan, dan kebutuhan akan sistem informasi kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kendala dan peluang perbaikan dalam pemantauan kesehatan santri-seperti integrasi pencatatan, pelaporan, keterlibatan berbagai pihak, dan pendampingan-berpotensi diatasi melalui pengembangan sistem informasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di lingkungan pondok pesantren.
Copyrights © 2023