Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging ayam petelur afkir dengan perendaman sari temu putih (Curcuma zedoaria) dengan level yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Terdiri dariĀ 4 perlakuan dan 4 ulangan. Pada setiap ulangan menggunakan 3 ekor daging ayam petelur. Perlakuan terdiri dari P0 = Daging tanpa dimarinasi (Kontrol), P1 = Daging dimarinasi menggunakan sari temu putih 5%, P2 = Daging dimarinasi menggunakan sari temu putih 10% dan P3 = Daging dimarinasi menggunakan sari temu putih 15%. Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah dengan menggunakan Analisis Ragam berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 30 kali ulangan untuk uji organoleptik. Hasil penelitian diperoleh bahwa perendaman daging ayam afkir dengan sari temu putih pada level berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap kualitas organoleptik dan pH (Potensial Hydrogen). Sementara lama perendaman daging ayam afkir yang optimal untuk menghasilkan mutu daging yang baik adalah pada perendaman dengan konsentrasi 15% sari temu putih. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan sari temu putih dengan konsntrasi 15% mampu mempertahankan kualitas daging ayam afkir dan lebih disukai oleh panelis
Copyrights © 2025