Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Vol. 2 No. 1 (2025): Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam

Framing Grief, Weaving Law: An 'Urf-Based Perspective on the Tukam Khekhaya Tradition among the Gunung Meriah Community

Khairuddin, Khairuddin (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2025

Abstract

The Tukam Khekhaya tradition is a form of social practice that continues to be preserved by the Gunung Meriah community in Aceh Singkil. This tradition involves visiting families who are grieving the loss of a loved one before the arrival of the month of Shawwal. The values embedded in this practice—such as respect, solidarity, and the strengthening of familial bonds—are closely aligned with the principles of Islamic law. This study aims to examine the relevance of the Tukam Khekhaya tradition through the lens of ‘urf within the framework of Islamic legal thought. The research employs an Islamic legal anthropological approach, utilizing field observations, interviews with traditional leaders, religious figures, and local practitioners, as well as documentation of practices and oral narratives. The findings reveal that Tukam Khekhaya has become a customary practice that is repeated and transmitted across generations. From the perspective of Islamic law, this tradition qualifies as ‘urf ?a??? (valid custom), as it does not contradict the principles of the Sharia and provides tangible benefits (ma?la?ah) to the community. Further discussion demonstrates that the existence of this tradition reinforces a contextual approach in Islamic legal reasoning and reflects core values of maq??id al-shar?‘ah, such as ?if? al-‘ir? (protection of dignity) and i?l?? (reconciliation). Accordingly, Tukam Khekhaya deserves recognition as a legitimate expression of Islamic legal practice rooted in local wisdom. [Tradisi Tukam Khekhaya merupakan salah satu bentuk praktik sosial yang masih dilestarikan oleh masyarakat Gunung Meriah, Aceh Singkil. Tradisi ini dilakukan dengan mengunjungi keluarga yang sedang mengalami duka karena kehilangan anggota keluarga sebelum datangnya bulan Syawal.Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti penghormatan, solidaritas, dan penguatan hubungan kekeluargaan memiliki korelasi dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah relevansi tradisi Tukam Khekhaya dalam perspektif ‘urf menurut hukum Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan antropologi hukum Islam dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat pelaku tradisi, serta dokumentasi terhadap praktik dan narasi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tukam Khekhaya telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat yang dijalankan secara berulang dan diwariskan lintas generasi. Dari perspektif hukum Islam, tradisi ini memenuhi syarat sebagai ‘urf sahih karena tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat dan memberikan maslahat bagi masyarakat. Pembahasan lebih lanjut menunjukkan bahwa keberadaan tradisi ini dapat memperkuat pendekatan kontekstual dalam hukum Islam serta mencerminkan nilai-nilai maqashid al-syari’ah seperti hifz al-‘ird (menjaga kehormatan) dan ishlah (perdamaian). Dengan demikian, Tukam Khekhaya layak diakui sebagai bagian dari praktik hukum Islam berbasis kearifan lokal.]

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ahlika

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Ahlika Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam is a double blind peer reviewed journal. This journal publishes research articles, conceptual articles, and book reviews on Islamic family law and Islamic law. It aims to publish articles addressing topics such as law, Islamic law, family regulations, ...