Puasa intermiten (IF) berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan metabolik dan kardiovaskular dengan meningkatkan fleksibilitas metabolik, mengoptimalkan penggunaan energi, dan mengurangi stres oksidatif. Penelitian menunjukkan bahwa IF dapat menurunkan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta memperbaiki profil lipid. Selain itu, IF berkontribusi dalam mengatur ritme sirkadian, meningkatkan autofagi, dan mengurangi inflamasi kronis terkait aterosklerosis. Mekanisme utama melibatkan peningkatan produksi keton, perbaikan metabolisme lipid, regulasi mikrobiota usus, serta modulasi jalur molekuler seperti AMPK, mTOR, dan SIRT1. Dengan demikian, IF berpotensi memperbaiki kesehatan sistem kardiovaskular melalui mekanisme metabolik, inflamasi, dan molekuler yang kompleks, namun efektivitasnya bergantung pada metode yang digunakan dan kondisi individu.
Copyrights © 2025