Penelitian ini membahasa pembentukan kata dalam konten kuliner di media sosial, yang merupakan fenomena penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. Berfokus pada dinamika bahasa yang mencerminkan perubahan sosial, budaya, dan teknologi, serta bagaimana kata-kata baru muncul sebagai respons terhadap fenomena tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pembentukan kata dalam konten kuliner di media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai proses pembentukan kata berdasarkan teori Yule (2006), seperti penciptaan (coinage), peminjaman (borrowing), komposisi (compounding), pencampuran (blending), pemotongan (clipping), backformation, konversi (conversion), akronim (acronyms), afiksasi(affixation), dan proses ganda (multipe processes). Hasil analisis menunjukan bahwa pembentukan kata dalam konten kuliner dapat dipengaruhi oleh perubahan sosisl, budaya dan teknologi. Kata-kata baru sering kali muncul sebagai respons terhadap interaksi antarbudaya terutama melelui platform digital, yang memperkaya kosakata dan menciptakan identitas baru bagi makanan. Selain itu, penggunaan bahasa yang kreatif dalam deskripsi makanan dapat meningkatkan daya tarik konten kuliner dan memperkuat identitas budaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikat bagi kajian linguistik dan menjadi refrensi bagi studi-studi selanjutnya yang mengkaji hubungan antara bahasa dan budaya dalam konteks yang lebih luas.
Copyrights © 2025