Fasad bangunan memiliki peran penting dalam menciptakan identitas visual dan karakter suatu bangunan, terutama pada stasiun transit hub yang menjadi simpul transportasi utama di perkotaan. Komparasi fasad bangunan stasiun yang berfungsi sebagai transit hub dan memiliki status cagar budaya, dengan fokus pada dua studi kasus: Stasiun Bandung di Jawa Barat dan Stasiun Jatinegara di Jakarta. Kedua stasiun dipilih karena memiliki nilai historis yang tinggi serta peran strategis dalam jaringan transportasi perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendekatan estetika fasad yang diterapkan dalam upaya pelestarian dan adaptasi fungsional bangunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan data di peroleh dari sumber sekunder berupa dokumentasi visual , dokumentasi arsitektural, dan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa Stasiun Bandung lebih menekankan elemen pada fasad arsitektural asli secara utuh, sedangkan Stasiun Jatinegara mengalami beberapa penyesuaian bentuk dan material untuk mendukung fungsi modern sebagai simpul transportasi.
Copyrights © 2025