Pemerintah kolonial melakukan propaganda budaya modern dan barat tidak hanya mengubah gaya hidup, tetapi juga memengaruhi berbagai aspek dari pendidikan, hubungan sosial, kehidupan rumah tangga, hingga cara pandang terhadap identitas dan gender. internalisasi nilai-nilai barat ini disebarkan melalui media seperti koran, poster, film, iklan, buku pelajaran, dan karya sastra. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi transformasi dan internaliasi budaya populer di Hindia Belanda melalui strategi pemasaran produk melalui popularitas selebriti di Hindia Belanda dan melihat perbandingan teknik pemasaran selebriti dari era kolonial ke era modern. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat kelas menengah bumiputera di batavia menerima unsur budaya barat seiring meluasnya globalisasi. Strategi branding pemerintah kolonial sangat terkait dengan perkembangan media cetak saat itu, di mana iklan baris sering muncul dan selebritas dimanfaatkan untuk menarik perhatian publik. penampilan dan gaya hidup selebritas, terutama perempuan, mencerminkan nilai sosial yang dipengaruhi kolonialisme. contohnya, nama miss Riboet dikaitkan dengan produk bedak, dan Roekiah menjadi bintang iklan setelah sukses dalam film Terang Boelan. Meski praktik marketing selebriti sudah ada sejak era kolonial, perbedaannya dengan masa kini terlihat jelas, terutama karena perkembangan teknologi dan penggunaan internet yang pesat.
Copyrights © 2025