tama, M Al Qautsar Pratama
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOLONIALISME DAN BUDAYA POPULER: POTRET MARKETING SELEBRITIS DI HINDIA BELANDA ERA 1930-1940 tama, M Al Qautsar Pratama
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 15 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah kolonial melakukan propaganda budaya modern dan barat tidak hanya mengubah gaya hidup, tetapi juga memengaruhi berbagai aspek dari pendidikan, hubungan sosial, kehidupan rumah tangga, hingga cara pandang terhadap identitas dan gender. internalisasi nilai-nilai barat ini disebarkan melalui media seperti koran, poster, film, iklan, buku pelajaran, dan karya sastra. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi transformasi dan internaliasi budaya populer di Hindia Belanda melalui strategi pemasaran produk melalui popularitas selebriti di Hindia Belanda dan melihat perbandingan teknik pemasaran selebriti dari era kolonial ke era modern. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat kelas menengah bumiputera di batavia menerima unsur budaya barat seiring meluasnya globalisasi. Strategi branding pemerintah kolonial sangat terkait dengan perkembangan media cetak saat itu, di mana iklan baris sering muncul dan selebritas dimanfaatkan untuk menarik perhatian publik. penampilan dan gaya hidup selebritas, terutama perempuan, mencerminkan nilai sosial yang dipengaruhi kolonialisme. contohnya, nama miss Riboet dikaitkan dengan produk bedak, dan Roekiah menjadi bintang iklan setelah sukses dalam film Terang Boelan. Meski praktik marketing selebriti sudah ada sejak era kolonial, perbedaannya dengan masa kini terlihat jelas, terutama karena perkembangan teknologi dan penggunaan internet yang pesat.