Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam cerpen “Kemarau” karya Andrea Hirata dengan menggunakan pendekatan stilistika. Cerpen ini menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan yang menghadapi tantangan fisik dan emosional selama musim kemarau panjang. Pendekatan stilistika digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen-elemen gaya bahasa, seperti majas, diksi, struktur kalimat, citraan, dan rima, yang berkontribusi terhadap keindahan dan makna cerita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menitikberatkan pada analisis mendalam terhadap teks cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andrea Hirata memanfaatkan berbagai gaya bahasa untuk memperkuat pesan dan suasana dalam cerpen “Kemarau”. Terdapat 40 kalimat dengan majas, yang terdiri atas 15 majas personifikasi (37,5%), 14 majas hiperbola (35%), dan 11 majas metafora (27,5%). Gaya bahasa ini menciptakan efek estetik yang mendalam, merefleksikan perjuangan sosial, emosional, dan moral yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan.
Copyrights © 2024