Bahasa adalah aspek penting yang dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis. Karya sastra merupakan salah satu dari bentuk bahasa tertulis yang sering digunakan untuk mengkaji struktur dan isinya. Penelitian ini menganalisis gaya bahasa dalam cerpen Balikui karya Putu Wijaya dengan pendekatan stilistika. Cerpen ini menceritakan pengalaman Wayan, seorang seniman Bali, menghadapi tantangan budaya dan identitas di Hunter College, New York. Analisis menemukan beberapa gaya bahasa, yaitu metafora (4 kutipan), personifikasi (2 kutipan), hiperbola (2 kutipan), idiom (2 kutipan), onomatope (1 kutipan), repetisi (1 kutipan), dan litotes (1 kutipan). Gaya bahasa dominan adalah metafora, personifikasi, hiperbola, dan idiom, yang memperkaya estetika cerita serta menyampaikan pesan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi gaya bahasa selain untuk memperindah karya sastra juga dapat membantu pembaca memahami karakter, alur, dan makna cerita. Pendekatan ini menyoroti peran penting gaya bahasa dalam membangun kekuatan narasi dan pesan dalam cerpen, serta memberikan wawasan mengenai kedalaman estetika karya sastra.
Copyrights © 2024