Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Vol 6, No 4 (2025)

Pembelajaran Kitab Washaya Al-Abaa’ Lil Abnaa’ dalam Pembentukan Akhlak Santri Melalui Metode Qishah di Pondok Pesantren Annur Al Ikhlas Loa Janan Ulu

Iksan, Ramadhania (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 May 2025

Abstract

Motivasi di balik penelitian ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap melemahnya respons moral di kalangan generasi muda saat ini, yang menjadi tantangan serius bagi pendidikan Islam, termasuk di lingkungan pesantren yang secara tradisional dikenal sebagai pusat pembentukan karakter. Pengembangan karakter merupakan bagian dari proses pendidikan yang bertujuan membentuk moralitas peserta didik, dalam hal ini melalui penerapan metode qishah (bercerita) dalam pengajaran kitab klasik Islam Washaya Al-Abaa’ Lil Abnaa’. Kitab ini biasanya diajarkan dalam bahasa Arab, namun mengingat keberagaman usia dan tingkat kemampuan bahasa Arab para santri, pendekatan ini menggunakan bahasa Indonesia. Adaptasi pedagogis ini memungkinkan santri untuk lebih memahami isi kitab kuning dan menginternalisasi nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya secara lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi metode tersebut dan mengevaluasi efektivitasnya dalam pembentukan moral peserta didik melalui kajian Washaya Al-Abaa’ Lil Abnaa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dari pengasuh, pendidik, dan santri melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Pondok Pesantren Annur Al Ikhlas. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan validasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan metode qishah sebagai strategi pedagogis dalam pengajaran Washaya Al-Abaa’ Lil Abnaa’ di Pondok Pesantren Annur Al Ikhlas dilakukan secara terstruktur dan adaptif. Materi dikaitkan dengan kisah para nabi, sahabat, dan pengalaman nyata santri, sehingga memudahkan internalisasi nilai-nilai moral serta mempererat hubungan antara santri dan ajaran Islam. (2) Metode ini terbukti efektif karena melibatkan ranah afektif santri, merangsang empati, serta menumbuhkan kesadaran diri dan perilaku positif yang mencerminkan moralitas Islam. Keberhasilan metode ini didukung oleh keteladanan para pendidik dan relevansi materi, meskipun masih terdapat tantangan seperti latar belakang santri yang beragam dan keterbatasan fasilitas. Secara keseluruhan, metode qishah berperan sebagai media strategis dalam menjembatani nilai-nilai Islam klasik dengan kebutuhan pendidikan moral kontemporer bagi para santri.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

afeksi

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Social Sciences Other

Description

Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that ...