Penggunaan kontrasepsi di dunia menurut data World Health Organization (WHO) lebih dari 100 juta pasangan. Pasangan menggunakan alat kontrasepsi hormonal sebesar 75% dan 25% menggunakan non hormonal. Pemilihan jenis alat kontrasepsi di Indonesia umumnya masih terarah pada metode kontrasepsi hormonal seperti suntik, pil dan implan. Sementara kebijakan pemerintah terhadap program KB lebih mengarah pada penggunaan kontrasepsi non hormonal seperti IUD (Intra Uterine Device). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD di desa Kuok wilayah kerja UPT Puskesmas Kuok Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan pendekatan analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi penelitian mencakup WUS akseptor KB di Desa Kuok Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kuok pada bulan Juni 2024 yaitu berjumlah 780 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh distribusi frekuensi pengetahuan sebagian besar rendah yaitu 69 orang (9,2 %), distribusi frekuensi dukungan suami sebagian besar negatif yaitu 39 orang (54,9 %), distribusi frekuensi tidak menggunakan kontrasepsi IUD yaitu 69 orang (97,2 %). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi IUD dengan nilai P value = 0,042 < α = 0,05, ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD di Desa Kuok tahun 2024 nilai P value = 0,02 < α = 0,05. Temuan ini menekankan perlunya melakukan upaya kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama Pasangan Usia Subur tentang efektifitas IUD.
Copyrights © 2025