MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran
Vol 4 No 1 (2016): June

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII1 MTsN MODEL MAKASSAR

Andi Dian Angriani (Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
Bernard Bernard (Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Makassar)
Rahmawati Nur (MTsN Model Makassar)
Nurjawahirah Nurjawahirah (MTsN Model Makassar)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write (TTW) yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada peserta didik kelas VIII1 MTsN Model Makassar, (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui penerapan pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write pada peserta didik kelas VIII1 MTsN Model Makassar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing)/evaluasi (evaluating) dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, meliputi: (a) Pada tahap berpikir (think), peserta didik membaca dan mamahami LKPD yang dibagikan secara individu dan diberi kesempatan untuk bertanya jika ada hal yang kurang dipahami. (b) Pada tahap berdiskusi (talk), peserta didik terdiri dari 4 orang, berdiskusi secara berpasangan kemudian dipertukarkan dengan pasangan lain dalam kelompoknya, dan diberikan kesempatan untuk bertanya. (c) Pada tahap menulis (write), setelah berdiskusi menyatukan pendapat, peserta didik menuliskan hasil diskusinya secara individual, (2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah tersebut sebagai berikut: pada siklus I, rata-rata hasil belajar peserta didik 72,85 meningkat menjadi 89,63 pada siklus II. Pada siklus I, terdapat 18 siawa (45%) yang telah mencapai nilai KKM namun ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai. Sedangkan dari hasil tes siklus II, terdapat 33 peserta didik (82,5%) yang telah mencapai nilai KKM dan ketuntasan belajar secara klasikal sudah tercapai.

Copyrights © 2016