Homesickness merupakan kondisi psikologis yang kerap dialami oleh santriwati baru di pesantren, yang muncul akibat perpisahan dari keluarga, lingkungan asal, serta rutinitas yang telah melekat dalam kehidupan mereka sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang memicu munculnya homesickness, gejala yang dialami, serta upaya adaptasi yang dilakukan oleh santriwati baru dalam menghadapi situasi tersebut di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi pada santriwati baru di sejumlah pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama homesickness adalah keterpisahan fisik dari keluarga, terbatasnya kesempatan untuk bertemu keluarga, serta minimnya dukungan sosial di lingkungan baru. Gejala yang sering dijumpai meliputi rasa rindu yang mendalam, kecenderungan untuk menangis, mengisolasi diri dari pergaulan, kesulitan dalam berkonsentrasi, perubahan emosi, dan penurunan selera makan. Dalam mengatasi homesickness, santriwati umumnya menerapkan strategi seperti aktif dalam kegiatan belajar, mempererat hubungan dengan teman sebaya, serta memanfaatkan layanan konseling individu yang tersedia di pesantren. Temuan ini menyoroti peran penting lingkungan pesantren dalam membantu santriwati baru beradaptasi dan mengelola homesickness secara optimal.
Copyrights © 2025