Condensate Evacuation Pump (CEP) berfungsi sebagai pompa untuk mempompa kondensat dari kondensor melalui hotwell, melalui cartridge filter dan ground steam generator ke deaerator. Analisis getaran adalah salah satu teknologi pemeliharaan prediktif, khusus digunakan untuk mengidentifikasi penyebab gejala kerusakan. Penelitian ini di lakukan dengan metode envelope analysis, tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perubahan speed motor condensate extraction pump terhadap vibrasi dengan satu buah sensor accelerometer arah horizontal sisi bearing motor NDE (Non drive End). Dari hasil pengujian data yang sudah diambil menghasilkan nilai minimum pada speed 1300 rpm dengan frekuensi 86,40 Hz nilai vibrasi sebesar 0,016 m/s2, nilai medium pada kecepatan 1200 rpm dengan frekuensi 60,99 Hz nilai vibrasi sebesar 0,099 m/s2 dan nilai maksimum pada kecepatan 1400 rpm dengan frekuensi 90,40 Hz nilai vibrasi sebesar 0,322 m/s2. Dapat disimpulkan bahwasannya perbedaan rpm berpengaruh pada amplitude envelope spectrum namun tidak berpengaruh pada pola spektrum, kenaikan rpm berbanding lurus dengan kenaikan amplitude spektrum envelope. Dari hasil perhitungan bahwa umur bearing motor condensate extraction pump (CEP) pada kecepatan 1200 rpm adalah 217013,89 jam operasi atau 25 tahun waktu operasi. Pada kecepatan 1300 rpm 1229517,94 jam operasi atau 26 tahun waktu operasi, pada kecepatan 1400 rpm 184891,66 jam operasi atau 21 tahun waktu operasi, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi dikecepatan rpm 1400 rpm umur bearing lebih pendek. Dan pada kecepatan rpm 1300 umur bearing lebih lama, dengan ketentuan data di atas motor condensate extraction pump speed, pelumasan,beban harus tetap kondisi normal steady.
Copyrights © 2025