Meningkatnya permasalahan limbah plastik sekali pakai di Indonesia mendorong pencarian material alternatif yang lebih ramah lingkungan, termasuk bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat biodegradabile bioplastik yang dibuat dari selulosa pelepah bambu dengan variasi konsentrasi 2 gram dan 5 gram. Metodologi yang diterapkan adalah eksperimental kuantitatif dengan pengujian biodegradasi selama periode 14 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bioplastik yang mengandung 2 gram selulosa sepenuhnya terurai pada hari ketujuh, sedangkan bioplastik dengan 5 gram selulosa terurai sekitar 98 persen pada hari keempat belas. Perbedaan kecepatan dalam proses degradasi ini dipengaruhi oleh ketebalan serta kepadatan struktur bioplastik itu sendiri. Bioplastik dengan 2 gram cenderung memiliki struktur yang lebih tipis (‰¤0,2 mm) dan tidak begitu padat, sehingga mempermudah akses air dan enzim mikroba untuk melakukan penguraian. Sebaliknya, konsentrasi 5 gram mempunyai struktur serat yang lebih padat, yang menimbulkan keterlambatan dalam proses biodegradable. Dengan demikian, penggunaan 2 gram selulosa dari pelepah bambu dianggap lebih efektif dalam mempercepat penguraian bioplastik secara alami. Hasil ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan bioplastik yang berbasis limbah organik sebagai alternatif bagi plastik konvensional.
Copyrights © 2025