Indonesia sebagai negara kepulauan dan multikultural memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, termasuk dalam praktik-praktik ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat adalah ritual Mappacci yang dilaksanakan oleh masyarakat Bugis-Makassar menjelang pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam ritual Mappacci serta tantangan pelestariannya di era modern. Menggunakan pendekatan studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber akademik terkait simbolisme budaya, nilai-nilai kekerabatan, serta transformasi sosial yang memengaruhi praktik tradisional. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam ritual Mappacci, seperti daun pacar, lilin, sarung sutera, beras, telur, hingga doa-doa yang dipanjatkan, mengandung makna filosofis yang mencerminkan nilai kesucian, kejujuran, kebijaksanaan, kekeluargaan, estetika, serta spiritualitas. Ritual ini juga berfungsi sebagai media edukatif dalam mentransmisikan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Namun, pengaruh globalisasi dan perubahan gaya hidup generasi muda turut menyebabkan pergeseran makna dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, pelestarian tradisi Mappacci tidak hanya penting sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bentuk penguatan identitas lokal dan integrasi antara budaya tradisional dan ajaran agama.
Copyrights © 2025