Di tengah arus globalisasi yang kian cepat, perekonomian nasional menjadi semakin terintegrasi dengan dinamika ekonomi global. Hal ini menyebabkan berbagai gejolak ekonomi internasional, seperti fluktuasi nilai tukar, inflasi impor, dan perubahan suku bunga global, dapat dengan cepat berdampak pada stabilitas makroekonomi domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas instrumen kebijakan moneter—terutama suku bunga acuan, operasi pasar terbuka (OMO), dan giro wajib minimum (GWM)—dalam merespons tekanan ekonomi eksternal. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dengan studi literatur terhadap data sekunder dari laporan Bank Indonesia, BPS, IMF, serta jurnal-jurnal relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan moneter ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain: kecepatan respons otoritas moneter, kredibilitas dan konsistensi kebijakan, serta dukungan dari kebijakan fiskal. Selain itu, dalam konteks globalisasi, transmisi kebijakan moneter sering menghadapi tantangan akibat tingginya mobilitas modal dan volatilitas pasar keuangan global. Dengan demikian, sinergi antara instrumen konvensional dan makroprudensial menjadi krusial untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Copyrights © 2025