E-commerce (electronic commerce) merupakan suatu kegiatan jual beli barang atau jasa melalui media elektronik, khususnya internet, yang memungkinkan seluruh proses transaksi—mulai dari promosi, pemesanan, pembayaran, hingga pengiriman barang—dilakukan secara daring tanpa memerlukan pertemuan fisik antara penjual dan pembeli. Dalam era digital saat ini, e-commerce telah menjadi sarana efektif dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bagi sektor industri besar, tetapi juga bagi lembaga pendidikan dan keagamaan seperti pondok pesantren. Pemanfaatan e-commerce memberikan peluang bagi pesantren untuk meningkatkan kemandirian dan stabilitas ekonomi melalui pemasaran produk-produk unggulan secara luas. Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin merupakan salah satu pesantren yang mulai mengadopsi pendekatan ini. Pesantren ini memiliki berbagai produk unggulan seperti makanan ringan dan kerajinan santri yang potensial untuk dikembangkan secara komersial melalui platform digital dan media sosial. Namun, dalam praktiknya, pengembangan e-commerce di pesantren ini masih mengalami sejumlah kendala, khususnya dalam hal manajemen, sumber daya manusia, dan belum tersedianya sistem pengelolaan e-commerce yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan platform e-commerce guna meningkatkan stabilitas ekonomi pesantren. Dengan menggunakan pendekatan observasional dan analisis SWOT, ditemukan bahwa kesiapan infrastruktur, pelatihan keterampilan digital bagi santri, pembentukan tim khusus pengelola e-commerce, serta dukungan dari komunitas pesantren menjadi faktor kunci keberhasilan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pesantren lain dalam membangun ekonomi digital berbasis nilai-nilai keislaman dan kemandirian ekonomi santri.
Copyrights © 2025