Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo merupakan pesantren besar dengan sejarah panjang yang tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan Islam, tetapi juga sebagai aktor ekonomi yang aktif di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk modal serta sumber daya yang dimiliki pesantren, mengevaluasi potensi ekonomi yang dimiliki, dan merumuskan strategi pengembangan usaha untuk mencapai kemandirian ekonomi pesantren secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren memiliki kekuatan modal fisik seperti lahan seluas 11,9 hektar, bangunan pendidikan, fasilitas usaha seperti SPBU, toko grosir, dan unit pertanian-peternakan. Dari sisi modal intelektual, terdapat sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola usaha, serta kepemimpinan pesantren yang inovatif. Modal finansial diperoleh dari kombinasi dana internal, koperasi, dan investasi luar. Potensi pengembangan usaha meliputi sektor wisata religi, pendidikan kader, dan perluasan pasar melalui digitalisasi. Dengan menggunakan analisis SWOT, ditemukan bahwa peluang dan kekuatan pesantren cukup besar, namun tetap ada tantangan seperti ketergantungan pada donatur dan persaingan usaha digital modern. Penelitian ini menyarankan perlunya diversifikasi unit usaha berbasis teknologi dan pelatihan kewirausahaan bagi santri. Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis komunitas religius memiliki kapasitas besar dalam menciptakan ekosistem ekonomi mandiri dan berdaya saing, jika sumber daya yang ada dimobilisasi secara strategis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025