Pendidik di Indonesia sampai saat ini masih banyak yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Hal ini juga terjadi di SMA Bima Ambulu. Guru disekolah tersebut sampai saat ini masih menggunakan motode ceramah. Penerapan metode ceramah dalam pembelajaran ini kurang efektif terhadap pemahaman siswa karena merasa bosan dengan metode tersebut. Sehingga siswa tidak terlalu mendengarkan saat guru menjelaskan materi yang disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran menggunakan model discovery learning bantuan media NeuroModel pada submateri sistem saraf kelas XI di SMA BIMA AMBULU? 2) Pengaruh model discovery learning berbantuan media NeuroModel terhadap kemampuan berpikir kritis pada submateri sistem saraf kelas XI IPA di SMA BIMA AMBULU?. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi eksperimental design, bentuk penelitian adalah Pretest Posttest Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas XI IPA di SMA BIMA Ambulu dengan jumlah 5 kelas dengan total sebanyak 163 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 4 (kelas kontrol) terdiri dari 33 siswa dan XI IPA 5 (kelas eksperimen) terdiri dari 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji T menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dilihat dari skor rata-rata yang diperoleh pada kelas eksperimen sebesar 83,34 sedangkan kelas kontrol sebesar 74. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada kemampuan berpikir kritis siswa. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan dari model discovery learning berbantuan media NeuroModel terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000
Copyrights © 2025